Muhammad Abdullah Azzam
27 Agustus 2020•Update: 27 Agustus 2020
Firdevs Bulut Kartal
ANKARA
Turki akan memperoleh apa pun yang menjadi miliknya di Laut Mediterania, Laut Aegea dan Laut Hitam, kata presiden Turki pada Rabu dalam sebuah upacara yang menandai kemenangan pasukan Turki yang hampir satu milenium silam.
"Turki tak berniat mencaplok tanah, kedaulatan, atau kepentingan negara lain, tetapi tidak akan pernah melakukan tawar-menawar atas apa yang menjadi miliknya," kata Recep Tayyip Erdogan pada acara yang menandai peringatan 949 tahun Pertempuran Manzikert (Malazgirt) di kota Mus, timur Turki.
Turki menyerukan kepada semua pihak agar menghindari salah langkah yang dapat menyebabkan kehancuran mereka, tambah Erdogan yang menyinggung Yunani soal hak kedaulatan Turki atas wilayah maritim dan sumber daya energi.
Mereka yang tidak layak mendapatkan warisan Bizantium hari ini melakukan ketidakadilan dan aksi pembajakan yang mengandalkan dukungan Eropa, mereka menunjukkan kegagalan mereka untuk belajar dari sejarah, ungkap Erdogan.
Pernyataan Erdogan itu mengikuti penemuan gas alam utama Turki di Laut Hitam, dan konflik yang sedang berlangsung di Mediterania Timur dengan Yunani.
Erdogan mengumumkan pada Jumat lalu bahwa Turki telah menemukan sekitar 320 miliar meter kubik cadangan gas alam setelah kapal bornya, Fatih, mulai beroperasi pada 20 Juli di lepas pantai Laut Hitam.
Erdogan pada Rabu memperingati kemenangan 26 Agustus 1071 oleh Sultan Kerajaan Selcuk ‘Alp Arslan’ di dataran Manzikert - sekarang Mus, Turki timur.
Kemenangan Sultan Alp Arslan itu mempercepat keruntuhan Kekaisaran Bizantium sehingga menyebabkan lebih banyak migrasi orang Turki ke wilayah Anatolia, yang kini menjadi wilayah Republik Turki modern.