Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Maret 2019•Update: 27 Maret 2019
Murat Kaya, Muhammed Enes Can dan Mustafa Hatipoglu
ISTANBUL
Mantan pemain sepak bola Turki dijatuhi hukuman lebih dari enam tahun penjara pada Selasa, karena hubungannya dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang dikalahkan pada 2016.
Pengadilan pidana Istanbul menjatuhkan hukuman penjara enam tahun tiga bulan untuk Ismail Demiriz (56) atas tuduhan keanggotaan dalam kelompok teror bersenjata.
Pengadilan juga memerintahkan agar pelarangan Demiriz untuk bepergian ke luar negeri tetap berlaku.
Demiriz menolak keputusan pengadilan dan meminta untuk dibebaskan.
Mantan pemain sepak bola lainnya Arif Erdem, yang diadili dalam kasus yang sama, masih menjadi buronan hingga sekarang.
Sementara itu, terdakwa lain dalam kasus ini, Ugur Tutuneker, yang juga mantan pemain sepak bola, dibebaskan pada Februari.
Surat dakwaan jaksa penuntut menyatakan bahwa Erdem menggunakan ByLock, aplikasi ponsel terenkripsi yang digunakan oleh komplotan kudeta FETO, dan diyakini menjalin kontak terus-menerus dengan pemimpin kelompok teror yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen.
Dakwaan itu juga mengatakan bahwa Demiriz bergabung dengan FETO ketika dia masih bermain untuk Galatasaray, sementara Tutuneker didukung oleh FETO dan membantunya secara finansial.
Jaksa menuntut setidaknya tujuh setengah tahun penjara untuk setiap tersangka.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 terluka.
Turki menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.