Muhammad Abdullah Azzam
25 Desember 2019•Update: 26 Desember 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Diplomat Turki bertemu otoritas Rusia pada Selasa guna membahas isu Libya di Moskow, ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pembahasan diadakan pada tingkat wakil menteri luar negeri kedua negara, Mikhail Bogdanov dan Sedat Onal yang memimpin delegasi masing-masing, kata kementerian itu dalam pernyataannya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat melanjutkan kontak pada masalah Libya, termasuk "kemungkinan bantuan untuk penyelesaian awal krisis di negara itu," ujar kementerian Rusia.
Pada 27 November, Ankara dan Tripoli menandatangani dua nota kesepahaman yang terpisah, satu tentang kerja sama militer dan lainnya tentang batasan maritim di Mediterania Timur.
Pakta kelautan itu menegaskan hak Turki di Mediterania Timur dalam menghadapi pengeboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani, sekaligus menjelaskan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.
Kesepakatan ini mulai berlaku pada 8 Desember.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.