Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Oktober 2020•Update: 13 Oktober 2020
Havva Kara Aydin
ANKARA
Turki pada Minggu mengkritik pernyataan tidak berdasar yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Yunani.
"Klaim dan pernyataan Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias dalam wawancaranya dengan surat kabar Eleftheros Typos, yang diterbitkan Minggu (11/10), tidak berdasar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.
Aksoy mengatakan pembicaraan eksplorasi ditangguhkan pada 2016 atas permintaan Yunani dan mengklaim bahwa pembicaraan itu ditangguhkan atas nama Turki adalah upaya untuk menyesatkan opini publik.
"Dengan cara yang sama, klaim bahwa satu masalah dibahas dalam kerangka pembicaraan eksplorasi tidak mencerminkan kenyataan. Pembicaraan ini ditujukan untuk menyelesaikan semua masalah yang saling terkait antara kedua negara," ujar dia.
Di sisi lain, kata Aksoy, Republik Turki Siprus Utara yang membuka pantai Maras [Varosha dalam bahasa Yunani] untuk kunjungan publik, bukan Turki.
"Klaim duo Yunani-Yunani Siprus yang mengidentifikasi langkah ini sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB dan bahwa orang yang memasuki laut di sana mengancam keamanan internasional adalah konyol dan jauh dari kata serius," tambah dia.
Menurut Aksoy, upaya Yunani untuk menggunakan Uni Eropa sebagai "kartu truf" melawan Turki, bukan menyelesaikan masalah di Laut Aegea dan Mediterania Timur melalui dialog yang tulus, adalah upaya yang sia-sia.
Sang menteri menegaskan bahwa Yunani seharusnya sudah memahami bahwa wacana ancaman dan pemerasan tidak akan berlaku.
"Yunani yang mengaku siap untuk berdialog dengan Turki di satu sisi dan melanjutkan dengan tindakan dan aktivitas yang meningkatkan ketegangan di sisi lain menunjukkan ketidaktulusan," tambah dia.
Aksoy mengatakan latihan militer yang diumumkan Turki pada 28 Oktober 2020 di Laut Aegea dan dikritik oleh Dendias sebenarnya merupakan tanggapan terhadap latihan militer yang sebelumnya diumumkan oleh Yunani akan dilakukan pada 29 Oktober.
Langkah itu, menurut dia, bertentangan dengan Nota Kesepahaman Athena 1988.
"Terlepas dari peringatan kami, fakta bahwa Yunani melakukan latihan pada hari nasional kami adalah pendekatan tanpa itikad baik," lanjut Aksoy.
Dia menambahkan bahwa Turki akan terus mempertahankan haknya sendiri di Laut Aegea dan Mediterania serta hak-hak warga Siprus Turki dengan tegas.