Mümin Altaş
08 April 2021•Update: 08 April 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa menyatakan bahwa negara itu menargetkan penurunan yang signifikan dalam jumlah kasus Covid-19 pada akhir bulan suci Ramadhan.
Berbicara pada pertemuan kepala provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di ibu kota Ankara, Presiden Erdogan mengatakan bahwa pengetatan dan pelonggaran pembatasan harus sejalan dengan tempo pandemi.
“Kami ingin memberikan waktu istirahat bagi negara kami selama Ramadhan dan mempersiapkannya untuk hari-hari yang lebih baik setelah Idul Fitri,” ujar Erdogan.
“Jika kita bisa menurunkan jumlah kasus hingga ribuan, kita akan bisa menyambut musim pariwisata pada Mei dan kegiatan perdagangan selama musim pariwisata,” tambah dia.
Presiden Turki juga menyoroti dimensi global pandemi, dengan menambahkan bahwa memberikan perjuangan global dan memenangkan perang melawan virus secara universal sangat penting di zaman di mana negara-negara saling berhubungan erat.
Sejak kampanye vaksinasi dimulai pada 14 Januari, Turki sejauh ini telah memberikan lebih dari 17,95 juta suntikan vaksin secara nasional, menurut otoritas resmi.
Lebih dari 10,54 juta orang hingga saat ini telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19, sementara dosis vaksin kedua telah diberikan kepada hampir 7,41 juta orang.
Dalam menghadapi peningkatan kasus dan jumlah korban jiwa, Turki baru-baru ini mengumumkan kembalinya aturan 'lockdown' akhir pekan di daerah berisiko tinggi, serta pembatasan lainnya, di samping langkah-langkah khusus untuk bulan suci Ramadhan mendatang.