Muhammad Abdullah Azzam
11 Februari 2021•Update: 13 Februari 2021
Dilan Pamuk
ANKARA
Turki menargetkan melakukan vaksinasi pada sedikitnya 60 persen dari populasi, ujar menteri kesehatan negara itu pada Rabu.
Sedangkan pemberian dosis kedua vaksin untuk orang yang telah mendapat suntikan pertama akan dimulai hari ini.
Berbicara dalam konferensi pers di ibu kota Ankara setelah rapat Dewan Penasihat Ilmiah Covid-19, Menkes Turki Fahrettin Koca mengatakan para guru, terutama mereka yang akan mengikuti pendidikan tatap muka, akan menerima suntikan vaksin pada akhir Februari.
Turki mengumumkan minggu lalu bahwa sekolah di desa dan taman kanak-kanak akan melanjutkan pendidikan tatap muka pada 15 Februari.
Mulai 1 Maret, semua kelas sekolah dasar akan melanjutkan pendidikan tatap muka dua kali seminggu.
Selain itu, sekolah akan membuka pintu bagi siswa kelas 8 dan 12 pada 1 Maret untuk membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk sekolah menengah dan universitas.
Koca mengatakan Turki memastikan setidaknya 15 juta dosis vaksin Covid-19 tiba di negara itu dan mencapai kesepakatan total lebih dari 100 juta dosis vaksin.
Dia menambahkan bahwa negaranya akan menerima 500.000-800.000 dosis vaksin BioNTech pada Februari ini, dengan jumlah total mencapai 4,5-5 juta pada akhir Maret.
“Warga kami harus tahu bahwa kami mencoba membeli vaksin dari semua perusahaan yang bisa menyediakannya hingga Maret atau April,” ujar dia.
Menkes Turki mengajak pejabat senior dan anggota Kabinet untuk menerima suntikan vaksin pada Sabtu besok.
Kandidat vaksin lokal
Uji coba terhadap manusia fase kedua untuk kandidat vaksin lokal utama sudah dimulai pada Rabu ini, kata menteri Turki itu.
Koca menambahkan bahwa studi fase pertama untuk setidaknya tiga kandidat vaksin lokal lainnya akan dimulai dalam waktu sekitar 10 hari ke depan.
Hingga Senin depan, rata-rata jumlah kasus selama tujuh hari terakhir akan diumumkan berdasarkan provinsi, imbuh dia.
Mengenai mutasi baru virus korona, Koca mengatakan 263 varian dari Inggris, 23 varian dari Afrika Selatan dan 106 varian yang asalnya tidak diketahui terdeteksi di Turki.
Menggarisbawahi pengurangan pembatasan tertentu berdasarkan provinsi atau wilayah sesuai dengan kriteria yang akan ditentukan oleh dewan penasihat, Koca mengatakan komite Covid-19 merekomendasikan untuk tidak terburu-buru dalam melonggarkan pembatasan.
Turki pada Rabu melaporkan lebih dari 8.600 infeksi baru dan 95 lebih kematian.
Jumlah kasus secara keseluruhan sekarang telah melampaui 2,55 juta, dengan jumlah kematian mencapai 27.093 jiwa, menurut Kementerian Kesehatan Turki.