Maria Elisa Hospita
05 Juni 2019•Update: 09 Juni 2019
Zeynep Tufekci dan Omer Erdem
KHARTOUM
Turkish Airlines (THY) membatalkan seluruh penerbangannya ke ibu kota Sudan, Khartoum, karena ketegangan yang meliputi negara itu.
Dalam sebuah pernyataan, THY mengatakan bahwa penerbangan dari Istanbul ke Khartoum pada 4 Juni pukul 20.25 (1725GMT) dan pada 5 Juni pukul 00.30 (2130 GMT) dibatalkan.
Selain itu, sejumlah maskapai di Mesir dan Uni Emirat Arab juga membatalkan penerbangannya ke Sudan.
Pada Senin malam, setidaknya 60 demonstran tewas dan ratusan lainnya terluka ketika pasukan keamanan membubarkan aksi protes secara paksa di luar markas militer di Khartoum.
Sudan telah diguncang konflik sejak 11 April, ketika militer negara itu menggulingkan Presiden Omar al-Bashir setelah 30 tahun berkuasa.
Dewan Transisi Militer (TMC) saat ini mengawasi "masa transisi" dan akan mengadakan pemilihan presiden dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Namun, para demonstran tetap menuntut dewan militer menyerahkan kekuasaan ke otoritas sipil sesegera mungkin.
*DItulis Erdogan Cagatay Zontur