Diyar Guldogan
21 November 2022•Update: 23 November 2022
ANKARA
Turkiye "berhasil" menghancurkan tempat persembunyian para teroris dalam operasi udara baru di wilayah utara Irak dan Suriah, kata menteri pertahanan negara itu Hulusi Akar pada Minggu.
"Tempat berlindung teroris, bunker, gua, terowongan, dan gudang berhasil dihancurkan. Kami mengikuti pergerakan mereka dengan cermat. Markas besar organisasi teroris juga dihantam dan dihancurkan," kata Hulusi Akar dalam pidatonya di pusat operasi di ibu kota Ankara.
Akar menyampaikan itu setelah Turkiye pada Minggu pagi melakukan Operasi Cakar-Pedang, serangan lintas batas baru terhadap kelompok teroris PKK/KCK/YPG di Irak dan Suriah.
Kementerian Pertahanan mengatakan operasi itu dilakukan sejalan dengan hak mereka membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
"Hanya teroris dan tempat persembunyian milik mereka yang menjadi sasaran. Cakar Angkatan Bersenjata Turki kami sekali lagi menargetkan para teroris," kata Akar.
Turkiye akan terus meminta pertanggungjawaban mereka yang ingin merusak keamanan negara, sumpah dia.
Operasi itu menyusul serangan teror Minggu lalu di Jalan Istiklal yang ramai di Istanbul yang menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 81 lainnya.
“Tujuan kami adalah untuk memastikan keamanan 85 juta warga dan perbatasan kami, dan untuk menanggapi setiap serangan berbahaya di negara kami,” tegas Akar.
Dalam kampanye terornya melawan Turkiye selama lebih dari 35 tahun, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, AS, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.
YPG adalah cabang kelompok teroris PKK di Suriah.
'Turkiye lakukan operasi anti-terornya sejalan dengan hukum internasional'
Wakil Presiden Fuat Oktay mengatakan Angkatan Bersenjata Turki tengah meminta pertanggungjawaban atas serangan dari para teroris.
"Kami akan terus membuat para pengkhianat membayar harganya," kata Oktay di Twitter.
Juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan Turkiye memiliki hak berdaulat penuh untuk menentukan dan menghilangkan ancaman teroris dari mana pun asalnya.
“Turkiye melakukan operasi anti-terornya sejalan dengan hukum internasional dan akan terus melakukannya dengan atau tanpa dukungan sekutunya,” kata Kalin di Twitter.
Secara terpisah, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun menegaskan kembali bahwa target teroris "berhasil" dihancurkan dalam operasi tersebut.
"Kami akan terus mengalahkan terorisme dan sponsornya untuk mengacaukan Turkiye, dan menghancurkan terorisme pada sumbernya," kata Altun di Twitter.
Sementara itu, kepresidenan Turki juga membagikan foto Presiden Recep Tayyip Erdogan yang memerintahkan dimulainya operasi udara sekembalinya dari Indonesia usai menghadiri KTT G20.