Maria Elisa Hospita
29 Maret 2019•Update: 30 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Kamis memperingatkan Rusia dan Kuba untuk tidak ikut campur dalam urusan Venezuela yang tengah dilanda krisis politik.
"Maduro meminta Anda lepas tangan dari Venezuela saat dia mengundang pasukan keamanan dari Kuba dan Rusia, sehingga dia dan kroninya dapat terus menjarah Venezuela," kata Pompeo di Twitter merujuk pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Sudah saatnya lembaga-lembaga Venezuela membela kedaulatan mereka. Rusia dan Kuba, jangan ikut campur urusan Venezuela," tambah dia.
Komentar pejabat tinggi Amerika itu dikeluarkan setelah peringatan Presiden AS Donald Trump pada awal pekan ini bahwa Rusia harus menarik pasukan dari negara itu.
AS adalah negara pertama yang mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido sebagai presiden Venezuela.
Ketika Washington meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Caracas - termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara - beberapa negara, termasuk sebagian besar negara di Amerika Latin, mengikuti langkah itu
Maduro, yang sangat didukung oleh Rusia dan Kuba, menolak menyerahkan kepemimpinan, sebaliknya bersikeras bahwa dia menjadi sasaran kudeta yang dirancang oleh AS.
Sementara itu, Moskow mengkonfirmasi pihaknya mengirim dua pesawat militer ke Venezuela akhir pekan lalu, karena negara itu kekurangan pasukan dan pasokan.
Krisis politik ini terjadi bersamaan dengan krisis ekonomi yang memburuk, yang telah menyebabkan krisis bahan makanan dan pemadaman listrik.