Pizaro Gozali İdrus
30 November 2017•Update: 01 Desember 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Upaya dialog antara dua faksi terbesar di Palestina, Hamas dan Fatah, saat ini sedang ditunda selama dua pekan. Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun menampik adanya friksi sebagai penyebab penundaan tersebut.
“Tidak ada konflik dalam rekonsiliasi ini. Presiden Palestina Mahmoud Abbas terus berusaha mencari solusi terbaik,” ujar Zuhair kepada Anadolu Agency di Jakarta, Kamis.
Dia juga memastikan negosiasi masih terus berlanjut, meski Zuhair sendiri tak bisa memastikan kapan rekonsiliasi bisa rampung.
“Kita berharap bahwa kesepakatan antara Hamas dan Fatah dapat dicapai,” ujar Zuhair.
Pekan ini, pemimpin Hamas Khalil al-Hayya meminta pemerintah Palestina memenuhi kewajibannya pada Gaza sebagai syarat berlanjutnya negosiasi.
"Mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza adalah tugas pemerintah [persatuan], yang seharusnya tidak menghindar dari tanggung jawabnya," kata Zuhair lagi.
Al-Hayya mengatakan faksi-faksi Palestina dan Fatah gagal menekan otoritas Palestina untuk mengangkat sanksinya terhadap jalur di wilayah pantai itu.
April lalu, Presiden Palestina Mahmud Abbas memberlakukan sejumlah sanksi agar Hamas melepaskan kontrolnya terhadap Gaza.
Langkah tersebut mencakup pemotongan gaji pegawai di Gaza 30 persen, mengurangi pasokan listrik, dan memaksa pensiun 6000 karyawan.
Bulan lalu, Hamas dan Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo guna menyudahi perpecahan selama satu dekade setelah Hamas merebut Gaza dari Fatah tahun 2007.
Meskipun ada tanda-tanda perdamaian dua faksi ini, pemerintahan Palestina di Ramallah belum mencabut sanksi terhadap Gaza.