Umit Aksoy, Asiye Latife Yilmaz
28 Februari 2025•Update: 04 Maret 2025
ISTANBUL
Istanbul International Publishing Fellowship Program ke-10, yang didukung oleh Anadolu Agency (AA), dimulai di Istanbul.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Penerbit Turkiye (TBYM) dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, acara ini mempertemukan penerbit nasional dan internasional.
Acara tersebut, yang ditujukan untuk meningkatkan pertukaran hak cipta internasional, menampilkan penerbit dari 75 negara tahun ini.
Mehmet Burhan Genc, ketua TBYM, mengatakan kepada Anadolu bahwa program tersebut merupakan acara pemasaran utama yang menyatukan industri penerbitan.
Genc mengatakan acara tersebut menyediakan platform profesional untuk membeli dan menjual hak cipta buku.
"Tahun ini, ada 250 penerbit asing dan 120 penerbit lokal yang berpartisipasi. Selama tiga hari, para penerbit akan mengadakan pertemuan B2B selama 30 menit, yang memberi mereka kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka kepada penerbit lain," katanya.
Ia mengatakan tujuan utama program ini adalah untuk mempromosikan karya lokal secara global.
"Kami ingin karya lokal kami dapat dipasarkan di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Turki kini menjadi persimpangan budaya, dan acara ini telah menjadi pusat berbagai bahasa. Kami ingin menjadikan Istanbul Publishing Fellowship sebagai salah satu acara terbaik di dunia," katanya.
Genc juga mencatat minat yang meningkat terhadap acara tersebut, dengan hampir 1.000 aplikasi, 25% di antaranya berasal dari penerbit pemula. Ia mengatakan penerbit lokal kini menjual karya mereka secara global, yang mencerminkan keberhasilan program internasional yang meningkat.
'Istanbul berada di pusat rute penerbitan'
Muhammed Agirakca, anggota Dewan Koordinasi Beasiswa Penerbitan Istanbul, mengatakan acara tersebut menyatukan penerbit yang tidak dapat bertemu di pameran internasional.
"Tahun ini, ada minat yang kuat dari negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan budaya Turki. Jika dulu Barat menjadi fokus perolehan hak cipta, kini Timur tengah menjajaki pusat dan rute baru. Kami yakin Istanbul berada di pusat rute penerbitan," katanya.
Agirakca mengatakan program tersebut akan mencakup berbagai acara, seperti seminar tentang pertumbuhan pasar Tiongkok dan dampak kecerdasan buatan (AI) pada penerbitan, dan tur untuk membantu penerbit terhubung lebih baik dengan warisan budaya Istanbul.
Program tahun ini menampilkan acara "Media Match" pertama, yang memungkinkan perwakilan platform digital bertemu dengan penerbit.
Negara fokus tahun ini, Cina, akan disorot melalui seminar tentang tren dan isu industri.