Hayati Nupus
25 Oktober 2017•Update: 25 Oktober 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Luasan kebakaran hutan di Indonesia tahun ini menurun ketimbang dua tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tahun 2015 terjadi kebakaran hutan seluas 2,61 juta hektare, tahun 2016 seluas 438.360 hektare, sementara tahun 2017 menjadi 124.983 hektare.
Begitu pula, jumlah titik panas kebakaran hutan tahun ini menurun 32,6 persen ketimbang tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil pantauan satelit National Oceanic and Athmospheric Administration (NOAA), jumlah titik panas tahun 2017 sebanyak 2.400 titik sedang tahun sebelumnya 3.563 titik.
Dari pantauan satelit Terra-Aqua, penurunan titik panas itu sebesar 46,9 persen dari 3.628 titik pada 2016 menjadi 1.927 pada 2017.
“Jarak pandang juga normal sehingga tak ada bandara yang tertutup asap tahun ini, ini hasil belajar dari pengalaman tahun 2015,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho pada Rabu.
Lokasi kebakaran hutan di Indonesia tahun 2017 bergeser ketimbang tahun sebelumnya.
Tahun 2016, kebakaran hutan banyak terjadi di Sumatera dan Kalimantan, sementara tahun ini bergeser ke Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 33.030 hektare, Nusa Tenggara Barat (NTB) 26.217 hektare dan Papua 16.492 hektare.
Ketimbang kemarau pada tahun lalu yang pendek dan basah karena pengaruh fenomena La Nina, kata Sutopo, musim kemarau tahun ini terhitung normal. Sedang musim kemarau tahun 2015 menjadi kemarau terkering dan panjang karena pengaruh badai El Nino.
Puncak musim kemarau pada September telah berlalu dan satu per satu wilayah memasuki musim penghujan.
Meski begitu, kata Sutopo, siaga darurat kebakaran hutan masih diberlakukan Pemerintah Daerah sejumlah wilayah hingga awal November mendatang.
“Periode kritis telah berlalu,” kata Sutopo.
Sepanjang kemarau tahun ini, BNPB telah mengerahkan 26 water bombing, 3 pesawat, 71,9 juta liter air dan 162 ton garam untuk hujan buatan. Pemerintah juga telah mendirikan 300 posko desa yang menjangkau 1.203 desa rawan kebakaran hutan.