Diyar Guldogan
30 Agustus 2023•Update: 01 September 2023
ANKARA
Turkiye pada Rabu mengenang Hari Kemenangan ke-101 tahun, yang memperingati kekalahan telak tentara pendudukan Yunani dalam Pertempuran Dumlupinar pada tahun 1922.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dan pejabat senior pemerintah dan militer, serta pemimpin oposisi meletakkan karangan bunga di Anitkabir, makam pendiri Republik Turkiye Mustafa Kemal Ataturk.
Mengheningkan cipta selama satu menit digelar dan dilanjutkan dengan Lagu Kebangsaan Turkiye.
Peringatan 101 Tahun Hari Kemenangan Turkiye
“Ataturk yang terhormat, kami bangga mencapai 101 tahun kemenangan besar yang Anda gambarkan sebagai monumen abadi gagasan kebebasan dan kemerdekaan bangsa Turkiye,” kata Presiden Erdogan.
“Hari ini, yang merupakan salah satu titik balik sejarah kejayaan kami, kami mengenang Anda, rekan seperjuangan Anda, anggota terhormat Majelis Agung Nasional, dan para Martir kami,” tulis Erdogan dalam buku kunjungan di Anitkabir.
Juga memperingati Hari Kemenangan, ibu negara Emine Erdogan mengatakan Kemenangan 30 Agustus adalah tanda kehendak dan tekad bangsa Turkiye.
“Ini adalah pesan harapan yang diberikan kepada seluruh dunia oleh sebuah bangsa yang jantungnya berdetak dengan rasa cinta terhadap negaranya,” sebut dia di X, memperingati jasa Ataturk dan semua pahlawan.
Wakil Presiden Cevdet Yilmaz mengatakan bangsa Turkiye membawa arah baru dalam sejarah dunia pada 30 Agustus 1922.
“Harga yang harus dibayar untuk menjadikan Anatolia sebagai tanah air, kekuatan yang kita peroleh dari masa lalu, keberanian dan pandangan jauh ke depan bangsa kita adalah jaminan terbesar bagi kemerdekaan kita,” kata Yilmaz di X.
Ketua Parlemen Turkiye Numan Kurtulmus mengatakan tanggal 30 Agustus adalah sebuah epik heroik dan tanda kemerdekaan.
“Tanggal 30 Agustus adalah hari kita dilahirkan kembali dengan rasa cinta tanah air dan hidup merdeka selamanya di tanah ini. Selamat Kemenangan,” kata Kurtulmus di X.
Menyoroti pengaruh dari Operasi Serangan Besar pada masa itu, Kementerian Pertahanan Nasional turut mengenang Panglima Tertinggi Ghazi Mustafa Kemal Ataturk, perjuangan nasional para pahlawan, martir, dan veteran dengan rasa rindu, rasa syukur, dan rasa hormat.
Menyebut 30 Agustus adalah pusaka kemerdekaan, Kemhan Turkiye mengatakan, “30 Agustus adalah hari terakhir bagi tentara Yunani. Panglima Mustafa Kemal Pasha. 'Tentara, target pertama Anda adalah Mediterania! Maju!' Tentara Yunani benar-benar tersebar dalam pertempuran yang berlangsung hingga malam hari, 30 Agustus adalah hari Kemenangan!"
Operasi Serangan Besar – salah satu kemenangan militer terbesar dalam sejarah – dilancarkan oleh militer Turkiye pada 26 Agustus 1922, di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turkiye modern, dan berakhir pada 18 September di tahun yang sama.
Dari 26 Agustus hingga 30 Agustus 1922, pasukan Turkiye berperang dalam Pertempuran Dumlupinar (Perang Yunani-Turkiye) di provinsi Kutahya, barat Turkiye, di mana pasukan Yunani dikalahkan secara telak.
Pada akhir tahun 1922, semua pasukan asing telah meninggalkan wilayah yang akan menjadi wilayah Republik Turkiye.