Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Hussein al-Amir
BAGHDAD
Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia Irak (IHCHR) pada Rabu mengatakan setidaknya 100 orang tewas dalam aksi protes di Irak sejak Jumat, ketika pasukan keamanan berusaha membubarkan pengunjuk rasa.
Lembaga HAM itu menyatakan bahwa setidaknya 5.500 orang juga terluka dalam aksi tersebut.
Seorang petugas medis Irak pada Rabu mengatakan bahwa seorang pengunjuk rasa tewas di tengah protes yang digelar di Baghdad tengah.
"Insiden itu terjadi ketika para demonstran berusaha menyeberang Jembatan Sinak menuju Zona Hijau," kata sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya karena isu keamanan.
Petugas itu menambahkan bahwa sekitar 70 orang lainnya juga terkena dampak tembakan gas air mata oleh pasukan Irak.
Kemarahan warga Irak meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya angka pengangguran dan korupsi yang merajalela.
Banyak warga kekurangan memiliki akses ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran di kalangan pemuda sekitar 25 persen.
Negara itu juga menempati peringkat ke-12 sebagai negara paling korup di dunia berdasarkan hasil survei sejumlah organisasi transparansi.