Rıskı Ramadhan
26 Januari 2018•Update: 26 Januari 2018
Burak Karacaoglu and Esref Musa
AFRIN/IDLIB, Suriah
Organisasi teroris PYD/PKK yang sebelumnya membebaskan teroris Daesh yang mereka tahan dengan syarat berperang melawan tentara Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di wilayah Afrin, Suriah dilaporkan menahan lebih dari 1.000 warga sipil tak bersalah di penjara, menurut sumber terpercaya Anadolu Agency di Afrin pada Kamis.
Kelompok teroris tersebut mencapai sebuah kesepakatan dengan teroris Daesh untuk menggunakan mereka sebagai alat untuk melawan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, sumber yang tak ingin disebutkan namanya atas alasan keamanan mengatakan kepada Anadolu Agency.
PYD/PKK membatasi kebebasan warga sipil yang melarikan diri dari bentrokan antara kelompok oposisi Kurdi dan Arab dan menahan mereka di penjara-penjara di kota Rajo dan Jinderes di sebelah barat Afrin, serta di sel-sel yang tersembunyi di bawah tanah.
Jumlah warga sipil yang ditahan tanpa tuduhan di penjara-penjara diperkirakan berjumlah 1.100 orang.
Sebagian dari tahanan tersebut dilaporkan telah diberitahu bahwa mereka "dihukum" seumur hidup.
Sejumlah besar warga sipil yang kebanyakan orang Kurdi dan orang Arab dari Humus, Idlib, Aleppo, dan Afrin, menjadi sasaran penyiksaan oleh organisasi teroris tersebut, kata sumber tersebut.
Sumber menambahkan, di penjara-penjara tersebut, PYD/PKK menerapkan penyiksaan terberat kepada mantan anggota oposisi Kurdi.
Fahad Moosa, seorang pengacara yang terlibat dalam kegiatan diplomasi kemanusiaan di Suriah mengatakan, mereka telah melakukan perundingan dengan organisasi teroris tersebut sejak bulan April untuk membebaskan penduduk sipil yang ditahan tanpa tuduhan, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.
“PYD/PKK tidak memberikan alasan penahanan,” kata Moosa.
Membenarkan bahwa organisasi tersebut menahan lebih dari 1.000 warga sipil yang tidak bersalah, Moosa mengatakan bahwa sebuah dokumen berisi rincian mengenai permasalahan tersebut telah diserahkan ke institusi PBB serta delegasi dan LSM yang berpartisipasi dalam perundingan Astana.
Turki pada Sabtu lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.