Muhammad Abdullah Azzam
11 Maret 2019•Update: 13 Maret 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Enam belas orang tewas dalam serangan bersenjata di negara bagian Zamfara, barat laut Nigeria.
Anggota majelis kota Zurmi-Shinkafi, Husseini Moroki mengatakan kepada wartawan bahwa sekelompok orang bersenjata tak dikenal menyerang desa Dumama.
Selain menyebabkan 16 orang tewas, Moroki menyebut serangan itu juga melukai 18 orang lainnya.
Moroki mengungkapkan korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit di sekitarnya.
Pihak keamanan telah mengirim pasukan ke daerah tersebut.
Komunitas penggembala nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria telah dituduh mencuri hewan-hewan ternak dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18, saat seorang ulama bernama Sheikh Usman Dan Fodio yang mayoritas Kristiani.
Kekerasan antara penggembala dan petani menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di kawasan agraris di mana kedua pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah provinsi, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan. Namun yang para penggembala merasa aturan itu tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan Danau Chad.