Muhammad Abdullah Azzam
11 Maret 2019•Update: 11 Maret 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Empat sipil tewas dan enam lainnya menderita luka-luka setelah pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya menyerang permukiman warga sipil pada Rabu di zona de-eskalasi Idlib.
Rezim Assad dan kelompok-kelompok teroris asing dukungan Iran melancarkan serangan artileri ke desa-desa di Idlib dan Hama.
Menurut direktur White Helmets di Idlib Mustafa Haj Yousuf, serangan roket yang menghantam wilayah Khan Sheikhun sejak kemarin malam menewaskan empat sipil serta melukai enam lainnya.
Rezim Bashar al-Assad Suriah dan kelompok teroris dukungan Iran menyerang markas badan pertahanan sipil Helm Putih (White Helmets) di distrik Marek, barat laut Idlib.
Seorang petugas pertahanan sipil tewas dalam serangan tersebut. Serangan tersebut juga mengakibatkan kantor Helm Putih rusak parah sehingga tak bisa digunakan lagi.
Pada September 2018, setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Sochi, Turki dan Rusia sepakat mengubah Idlib menjadi zona demiliterisasi.
Ankara dan Moskow menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan stabilisasi situasi di zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi dilarang keras.
Suriah menderita akibat perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad menyerang demonstran pro-demokrasi dengan brutal.
Menurut pejabat PBB, akibat konflik tersebut, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.