Maria Elisa Hospita
29 November 2018•Update: 29 November 2018
Serhad Shaker
MOSUL, Irak
Sekitar 1.900 jasad telah dievakuasi dari puing-puing reruntuhan Kota Mosul setelah konflik tiga tahun Irak (2014-2017) dengan kelompok teroris Daesh.
"Sejauh ini, tim-tim pertahanan sipil telah mengevakuasi sekitar 1.900 jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di distrik Kota Tua Mosul," jelas Fahed al-Abed, seorang pejabat pertahanan sipil di Provinsi Niniwe, Irak, pada Rabu.
Pada Mei, Direktorat Pertahanan Sipil Niniwe mulai menyisir puing-puing bangunan di Mosul, yang dulunya dijadikan sebagai benteng pertahanan Daesh.
Menurut al-Abed, sebagian besar jenazah yang ditemukan adalah anggota militan yang tak diketahui identitasnya.
"Ada juga jenazah perempuan dan anak-anak yang diyakini sebagai anggota keluarga Daesh," tambah dia.
Menurut sejumlah laporan media, ribuan warga sipil di Mosul tewas dalam konflik dengan Daesh karena serangan udara intens yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan AS pada 2014 untuk melawan kelompok teroris.
Setelah militer Irak (dengan bantuan koalisi) mengambil alih Mosul pada akhir tahun 2017, para pejabat di Baghdad menyatakan bahwa kehadiran militer Daesh di negara itu telah diberangus.