Nicky Aulia Widadio
24 September 2019•Update: 25 September 2019
JAKARTA
Jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Jayapura dan Wamena, Papua bertambah menjadi 30 orang hingga Selasa siang.
Sebanyak 26 orang di antaranya merupakan korban tewas akibat kerusuhan di Wamena.
Empat orang lainnya merupakan korban tewas dalam kerusuhan Jayapura, dengan rincian satu prajurit TNI dan tiga mahasiswa.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan korban sipil di Wamena tewas akibat luka bacok dan terbakar di dalam rumah serta ruko yang menjadi objek amukan massa.
“Ada tiga orang (korban) yang belum terdeteksi namanya siapa, keluarganya siapa. Ada yang profesinya tukang ojek, ada yang bekerja di restoran,” kata Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Kerusuhan membuat sejumlah masyarakat mengungsi ke beberapa kantor-kantor pemerintahan di Wamena.
“Banyak masyarakat pendatang mengungsi ke kantor aparat sehingga kita menjamin keamanan dengan mempertebal jumlah personel,” ujar Tito.
“Secepat mungkin kita lakukan rekonsiliasi dan perbaikan, rehabilitasi maupun rekonstruksi,” lanjut dia.
Sementara di Jayapura, satu prajurit TNI tewas diserang saat mengantarkan kelompok mahasiswa yang mulanya menduduki Universitas Cendrawasih menuju Expo Waena.
Menurut Tito, massa lebih dulu menyerang sehingga petugas mengambil tindakan tegas. Tiga mahasiswa kemudian tewas dalam peristiwa itu.
“Kita sedang investigasi meninggalnya karena apa. Apakah karena pembelaan diri dengan tembakan, atau dengan serangan batu juga,” ujar dia.
Polisi mengamankan sekitar 400 orang terkait kerusuhan di Jayapura untuk diperiksa lebih lanjut.
Tito mengatakan situasi di Papua saat ini telah berangsur kondusif. Sebanyak 6.000 personel TNI-Polri bersiaga di Papua sejak wilayah paling timur Indonesia ini diwarnai aksi unjuk rasa berujung rusuh sejak pertengahan Agustus lalu.