Muhammad Abdullah Azzam
25 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Emel Öz Gözellik, Zahid Rafiq
SRINAGAR
Seorang petugas polisi, satu tentara dan tiga pemberontak tewas dalam bentrokan di Jammu Kashmir, ungkap pihak berwenang India.
Juru bicara polisi India Manoj Pandita mengatakan pasukan keamanan mengambil langka tegas di wilayah itu setelah insiden serangan terhadap konvoi paramilis pada 14 Februari lalu.
Belakangan ini terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan para pemberontak di wilayah Kulgam.
Pandita mengatakan bahwa sekitar 400 orang, termasuk para pemimpin kelompok perlawanan pro-kemerdekaan, ditahan dalam operasi-operasi keamanan yang diadakan di Kashmir.
Otoritas India telah mengirim 10 ribu tentara tambahan ke daerah itu pada akhir pekan kemarin.
Pada 14 Februari lalu, 44 tentara tewas dan 20 tentara terluka dalam serangan bom yang menargetkan konvoi paramilisi.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Cina.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.