Muhammad Abdullah Azzam
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Yekta Temiz
VAGADUGU
Sebanyak delapan tentara tewas setelah bom ranjau yang ditanam di jalan meledak saat kendaraan militer melintasi jalan di wilayah utara Burkina Faso, Rabu.
Dalam sebuah konferensi pers di acara International Cotton and Textile Fair di kota Koudougou, Presiden Burkina Faso, Rock Marc Christian Kabore mengutuk serangan bom ranjau yang terjadi di jalan menghubungkan kota Baraboule dengan desa Djibo, yang telah menewaskan delapan tentara.
"Serangan-serangan pengecut dan brutal ini tidak akan pernah merusak komitmen kami untuk menegakkan perdamaian dan keamanan bagi rakyat Burkina Faso," ujar Kabore.
Tiga tentara tewas pada Minggu setelah terkena serangan bersenjata saat mencari tiga orang lainnya yang diculik di daerah yang sama.
Dalam tiga bulan terakhir, 70 warga sipil dan 48 petugas keamanan tewas akibat serangan teroris di negara itu.