Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Januari 2019•Update: 07 Januari 2019
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Pemerintah Afghanistan pada Minggu mengatakan hanya akan menghadiri konferensi perdamaian yang diusulkan di Arab Saudi jika ada jaminan untuk dialog tatap muka dengan Taliban.
Syed Ehsani Tahiri, juru bicara Dewan Perdamaian Tinggi, sebuah badan pemerintah yang ditugasi untuk mencapai perdamaian dengan para pemberontak Taliban, mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah Kabul belum menerima tanggal pasti untuk usulan perundingan tentang perdamaian di Jeddah.
"Kami tidak ingin pengalaman di Abu Dhabi terulang," katanya, merujuk pada perundingan serupa yang diselenggarakan oleh Uni Emirat Arab tahun lalu, di mana Taliban bertemu dengan perwakilan dari AS, Pakistan, Arab Saudi dan UEA, tetapi menolak untuk memenuhi delegasi tamu dari Afghanistan.
"Kami telah menyarankan pemerintah untuk tidak menghadiri pertemuan Jeddah kecuali ada jaminan untuk pembicaraan tatap muka dengan Taliban," kata Tahiri.
Akhir pekan ini, delegasi dari Dewan Perdamaian Tinggi akan mengunjungi Pakistan untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan perdamaian.
Sementara itu, Taliban menjuluki konferensi Jeddah ini sebagai kelanjutan dari pembicaraan Abu Dhabi.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara kelompok itu, Zabihullah Mujahed, para pemberontak berjanji untuk tidak bertemu dengan delegasi pemerintah Afghanistan.