Maria Elisa Hospita
25 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Gubernur Puerto Riko mengumumkan pengunduran dirinya setelah diprotes selama dua minggu berturut-turut.
Pada Rabu malam, Ricardo Rossello mengatakan dia akan meninggalkan jabatannya pada 2 Agustus.
"Tuntutan agar saya mundur datang bertubi-tubi dan saya menerima tuntutan itu," ujar Rosello di media sosial, sementara kelompok demonstran berkerumun di luar rumah gubernur di Old San Juan.
Menurut dia, Menteri Kehakiman Wanda Vazquez akan menggantikannya.
Setelah memaparkan pencapaiannya selama masa jabatannya, Rossello juga berterima kasih kepada warga Puerto Rico yang telah memberinya kesempatan untuk melayani.
Ratusan ribu orang berjejer di jalan-jalan Puerto Riko untuk menuntut sang gubernur agar mundur dari posisinya.
Pekan lalu, Rosello dan 11 rekan terdekatnya kedapatan bertukar pesan teks yang sifatnya ofensif, termasuk lelucon homofobia dan seksis.
Mereka bahkan melontarkan lelucon tentang para korban Badai Maria, bencana yang menerpa wilayah itu 2017 silam.
Para pengunjuk rasa juga menuding Rossello mengkorupsi dana bantuan korban badai.