28 September 2017•Update: 29 September 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Jutaan warga Puerto Rico masih kesulitan mengakses kebutuhan dasar meski Badai Maria telah lewat sepekan.
Pihak berwenang Puerto Rico meminta pejabat-pejabat Amerika menyediakan barang-barang kebutuhan, seperti makanan dan air minum.
Gubernur Ricardo Rossello pada Rabu mengatakan 97 penduduk masih tak mendapat aliran listrik.
Sekitar
setengah populasi pulau itu tidak menerima air bersih, kata Rossello menurut CNN.
Lebih dari 3.000 anggota Garda Nasional AS telah dikirim untuk menangani krisis ini. Lembaga penanggulangan bencana FEMA juga mengatakan sudah mengirim 10 regu pencarian.
FEMA
juga sedang melakukan "survey terhadap kelayakan rumah sakit", cuit
mereka di Twitter.
Pelayanan
kesehatan di Puerto Rico terhambat karena putusnya aliran listrik sehingga
banyak peralatan tidak bisa digunakan.
Anggota
senat AS John McCain mendorong agar Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS)
mengabaikan hukum Jones Act yang membatasi perdagangan antara pelabuhan AS dan
kapal berbendera AS.
Puerto
Rico tersandung hukum itu karena statusnya sebagai teritori AS.
Pejabat DHS Elaine Duke mengatakan belum ada permintaan resmi mengenai pengabaian hukum tersebut. Kantornya mengatakan kepada Anadolu Agency terdapat cukup banyak kapal berbendera AS membawa pasokan ke Puerto Rico, namun mereka kesulitan membagikan bantuan karena hancurnya infrastruktur.
Sementara itu Walikota San Juan dalam sebuah wawancara televisi mengatakan birokrasi mempersulit pengiriman bantuan.
"Saya
tahu pemimpin tak sepatutnya menangis di layar televisi, namun kita sedang
mengalami krisis kemanusiaan," kata Yulin Cruz menitikkan air mata.