Muhammad Abdullah Azzam
24 April 2020•Update: 25 April 2020
ISTANBUL
Seorang aktivis hak asasi manusia dan akademisi terkenal Arab Saudi Abdullah al-Hamid meninggal dunia di penjara, ungkap media dan kelompok hak asasi tahanan.
Akun twitter kelompok yang memantau tahanan politik Arab Saudi, Prisoners of Conscience, melaporkan bahwa al-Hamid meninggal karena "kelalaian medis yang disengaja di penjara [...] dia mengalami stroke otak dan mengalami koma selama 15 hari."
Akun itu menuding pihak berwenang Saudi "membunuhnya dengan sengaja setelah meninggalkan dia dalam koma selama berjam-jam sebelum membawanya ke rumah sakit."
ALQST - kelompok hak asasi manusia Saudi yang bergerak dari luar Saudi - mengatakan bahwa al-Hamid ditangkap pada Maret 2013 dan dijatuhi hukuman selama 11 tahun, tanpa memberikan alasan apa pun atas hukuman tersebut.
Kelompok itu mengatakan bahwa al-Hamid memiliki kondisi kesehatan yang memburuk dan dia dipindahkan ke rumah sakit lebih dari tiga bulan lalu, di mana seorang dokter menyarankan operasi jantung yang mendesak.
Otoritas Saudi tidak mengizinkan dia untuk tetap mendapatkan perawatan di rumah sakit sampai operasi jantung dapat dilakukan dan kemudian mengirimnya kembali ke penjara.
Jaringan berita Al-Jazeera yang berbasis di Qatar, mengutip beberapa laporan aktivis hak asasi manusia, dan menyampaikan bahwa kematian al-Hamid karena "kelalaian medis."
Pihak berwenang Saudi belum memberikan komentar tentang kematiannya, namun mereka biasanya menyangkal kelalaian dalam merawat tahanan.
Al-Hamid adalah pembela hak asasi manusia dan anggota pendiri Asosiasi Hak Sipil dan Politik Saudi (ACPRA) yang independen.