Mücahithan Avcıoğlu
23 Mei 2026•Update: 23 Mei 2026
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya kini telah menjadi pusat energi penting sekaligus aktor utama bagi perdamaian di kawasan.
Berbicara dalam Istanbul National Resources Summit pada Jumat, Erdogan menyebut Turkiye merupakan “jembatan, jalur transit, dan titik penghubung terkuat” antara kawasan kaya sumber energi dan negara-negara konsumen energi.
Menurut Erdogan, pentingnya Turkiye dalam menjamin keamanan pasokan energi kembali terlihat di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran terhadap pasokan global.
Ia mengatakan terminal gas alam cair (LNG), unit penyimpanan dan regasifikasi terapung, investasi penyimpanan, serta infrastruktur jaringan pipa telah menjadikan Turkiye sebagai salah satu pusat energi terkuat di Eropa.
“Dengan investasi baru, kami akan meningkatkan kapasitas gasifikasi LNG harian menjadi 200 juta meter kubik dari kapasitas saat ini 161 juta meter kubik,” kata Erdogan.
Erdogan menegaskan infrastruktur energi Turkiye juga memperkuat peran negara itu dalam menjaga stabilitas kawasan.
Ia mengatakan Ankara bertekad melanjutkan diplomasi energi sejalan dengan upaya perdamaian yang lebih luas.
Menurut Erdogan, posisi strategis Turkiye di antara wilayah produsen energi dan pasar konsumen utama membuat negara tersebut menjadi jalur transit penting di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait keamanan energi.
Turkiye, lanjutnya, akan terus mengembangkan infrastruktur energi sambil meningkatkan produksi domestik dan aktivitas eksplorasi di luar negeri.
Erdogan mengatakan produksi harian di Lapangan Gas Sakarya di Laut Hitam kini mencapai 9,5 juta meter kubik.
Ia menambahkan produksi pada fase ketiga lapangan tersebut akan meningkat menjadi 45 juta meter kubik per hari setelah platform produksi terapung kedua mulai beroperasi pada 2028.
Menurut Erdogan, pasokan gas domestik nantinya akan mampu menjangkau sekitar 16 hingga 17 juta rumah tangga.
Ia menekankan kemandirian energi menjadi prioritas strategis Turkiye untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.
Di sektor minyak, Erdogan mengatakan produksi dari ladang minyak Gabar di tenggara Turkiye memberikan kontribusi besar terhadap keamanan pasokan energi negara itu.
Ia juga mengungkapkan empat ladang baru ditemukan di Provinsi Diyarbakir setelah penemuan di Gabar, dan Turkiye berencana melakukan pekerjaan di 24 sumur dalam tiga tahun mendatang.
Erdogan menyebut aktivitas eksplorasi Turkiye di lepas pantai Somalia memiliki arti historis sebagai operasi pengeboran laut dalam pertama Turkiye di luar negeri.
Selain itu, Turkiye disebut terus melanjutkan kerja sama dengan pemerintahan baru Suriah di bidang pertambangan dan minyak.
“Kami bertekad membawa negara kami menuju capaian yang jauh lebih besar di sektor energi, pertambangan, dan sumber daya alam,” ujar Erdogan.
Ia menambahkan “kemerdekaan penuh di bidang energi”, seperti halnya industri pertahanan, merupakan cita-cita strategis nasional Turkiye.