Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2019•Update: 01 September 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat akan mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan menjadi 8.600 tentara.
Presiden Donald Trump berjanji pada Kamis bahwa Washington akan selalu mempertahankan kehadiran tentaranya yang saat ini berjumlah14.000.
Trump berulang kali berjanji untuk membebaskan AS dari konflik di Afghanistan serta menegaskan kembali janji-janjinya menjelang pemilihan presiden AS 2020.
"Kami mengurangi kehadiran itu secara substansial. Dan kami akan selalu hadir. Kami akan memiliki intelijen tinggi," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio.
Trump sebelumnya mengatakan dia bisa mengakhiri perang 18 tahun itu dengan cepat melalui pembunuhan massal, tetapi dia tidak ingin memilih opsi itu.
"Kami tidak berperang di sana. Kami hanya polisi di sana. Kami bisa memenangkan perang itu dengan sangat cepat jika saya ingin membunuh 10 juta orang," ujar Trump.
AS dan Taliban sedang dalam proses pembicaraan damai dan pemerintah Afghanistan mengatakan akan segera bergabung dengan diskusi itu.
Peningkatan kekerasan melanda Afghanistan di tengah perundingan damai kesembilan yang berlangsung antara AS dan Taliban di Doha, Qatar.
Suhail Shaheen, juru bicara kantor Taliban Qatar, mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter pada Rabu bahwa berbagai upaya akan dilakukan untuk mencapai poin akhir dari perjanjian damai dengan AS.
Taliban telah mengadakan pembicaraan damai dengan AS selama hampir satu tahun, tetapi mereka menolak untuk mengakui atau bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan.
Pekan lalu, desas-desus tentang pembentukan pemerintah sementara di Kabul mewarnai dua hari pertama dialog di Doha.
AS dan Taliban membantah mendiskusikan pemerintahan sementara beberapa minggu sebelum pemilihan presiden Afghanistan yang dijadwalkan pada 28 September.
Pada Rabu, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan pengerahan hampir 100.000 pasukan bersenjata untuk menjaga keamanan pemilihan presiden.
Sementara itu, Taliban justru memperingatkan warga untuk tidak ikut serta dalam pemilihan.