Nicky Aulia Widadio
29 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat, pada Jumat, membantah laporan bahwa pasukan rezim Bashar al-Assad Suriah memasuki Manbij.
Kantor berita pemerintah Suriah SANA sebelumnya melaporkan bahwa pasukan rezim Assad memasuki kota yang dikuasai kelompok teroris PYD/YPG.
Kelompok itu mengundang pasukan rezim untuk mengambil kendali wilayah tersebut, serta menangkal operasi yang diumumkan Turki.
Turki memandang kelompok tersebut sebagai perpanjangan dari organisasi teroris PKK.
"Laporan tentang serangan rezim di Manbij tidak akurat," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya itu kepada Anadolu Agency.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengisyaratkan operasi lintas perbatasan terhadap kelompok teror di Suriah segera berlangsung.
Ankara telah melakukan dua operasi militer serupa di Suriah utara sejak 2016.
Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu mengumumkan keputusan mengejutkan bahwa AS akan menarik tentaranya dari Suriah.
Selain itu, koalisi pimpinan AS menyatakan tidak ada indikasi yang mengkonfirmasi ‘kebenaran’ soal perubahan pasukan militer di Manbij.
"Kami meminta semua orang menghormati integritas Manbij dan keselamatan warganya," kata koalisi di Twitter.
Erdogan mengatakan rezim Assad menjalankan operasi ‘psikologis, menanggapi laporan tentang pasukan rezim yang memasuki Manbij berkoordinasi dengan kelompok teror YPG/PKK.
"Kami tahu Suriah berada dalam aksi psikologis. Kami tahu ada pengibaran bendera [rezim] mereka di sana. Tetapi belum ada yang pasti di sana," kata Erdogan.
*Servet Gunerigok berkontribusi pada berita ini