Servet Günerigök
31 Januari 2022•Update: 02 Februari 2022
WASHINGTON
Utusan AS untuk PBB mengatakan Dewan Keamanan PBB tetap "bersatu" dalam menanggapi setiap gangguan dari Moskow jelang pertemuan mengenai ketegangan Rusia-Ukraina.
Berbicara kepada ABC News pada Minggu, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan Rusia berusaha untuk memblokir pertemuan DK PBB dan "mengalihkan perhatian dari suara kita yang bersatu".
"Tetapi mereka tahu bahwa mereka tidak dapat menghalangi pertemuan itu. Dan saya berharap, mengetahui apa yang kita hadapi, bahwa mereka akan berusaha. Tetapi Dewan Keamanan bersatu. Suara kita bersatu dalam menyerukan agar Rusia menjelaskan diri mereka sendiri," kata Thomas-Greenfield.
Dia mengatakan AS dan mitranya yang akan menghadiri pertemuan "bersiap untuk mendengarkan" pendapat Rusia, "tetapi kami tidak akan terganggu oleh propaganda mereka."
"Dan kami akan siap untuk menanggapi setiap disinformasi yang mereka coba sebarkan selama pertemuan ini," tambah dia.
Pada Kamis, Thomas-Greenfield meminta Dewan Keamanan PBB mengadakan sesi terbuka untuk mengatasi kekhawatiran Barat terhadap serangan Rusia keUkraina.
Sesi itu akan "membahas masalah yang sangat penting bagi perdamaian dan keamanan internasional: perilaku mengancam Rusia terhadap Ukraina dan penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina dan di Belarus."
Seruan AS datang di tengah kekhawatiran Barat tentang potensi invasi Rusia ke Ukraina.
NATO dan AS mengatakan Rusia telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasannya dan sedang mengkonsolidasikan pasukan di Belarus.
Namun Kremlin membantah mempersiapkan serangan militer dan menyatakan bahwa pasukannya mengambil bagian dalam latihan rutin.