Rıskı Ramadhan
10 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Levent Tok and Mohamad Misto
RAQQA/ISTANBUL
Organisasi teroris PKK/PYD diduga sedang bersiap untuk membentuk angkatan bersenjata dengan dukungan Amerika Serikat (AS).
‘Penjaga perbatasan’ yang dilatih oleh AS melalui Pentagon dan CIA telah membentuk apa yang mereka sebut "Tentara Utara", kata sumber terpercaya Anadolu Agency yang tidak ingin disebutkan namanya atas alasan keamanan.
Menurut sumber, struktur baru ini sebagian besar terdiri dari teroris PKK / PYD yang didakwa telah menyerang wilayah Suriah dengan dalih melawan Daesh.
Turki telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir organisasi teroris tersebut untuk membentuk sebuah koridor di Suriah utara di sepanjang perbatasan Turki.
Langkah pertama ini muncul setelah Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Jend. Joseph Votel pada 22 Desember mengumumkan bahwa mereka akan membentuk pasukan perbatasan di Suriah untuk mencegah mencegah Daesh bangkit kembali.
Pemerintah AS sebelumnya juga mengumumkan, mereka akan tetap mendukung PKK/PYD di provinsi Deir ez-zor di timur Suriah yang memiliki ladang minyak paling produktif di negara tersebut.
Sekitar 400 teroris dilaporkan dilatih dekat Bendungan Tishrin di Sungai Efrat di dekat timur Aleppo timur dan di selatan provinsi Hasakah.
Mereka mendapat pendidikan teori dan teknis serta pelatihan militer dan juga peralatan berteknologi canggih.
Pelatihan ini dinilai sebagai langkah akhir dalam pembentukan sebuah angkatan bersenjata dari kelompok teror, yang juga disebut "Tentara Utara".
Tentara tersebut diperkirakan pada awalnya akan ditempatkan di Kobani, atau Ayn al-Arab, Tel Abyad, Ras al-Ayn, dan al-Malikiyah – semuanya berada di provinsi Aleppo dan dekat perbatasan Turki.
Meski mendapat tentangan dari Turki, AS terus mempersenjata kelompok teror PKK / PYD, mereka menyebutnya sebagai sekutu dalam perang melawan Daesh, dan mengabaikan status mereka sebagai kelompok teroris yang diakui secara internasional.
PKK / PYD saat ini menduduki lebih dari seperempat wilayah Suriah. Strategi ekspansi organisasi berkembang setelah berhasil memperluas wilayah yang mereka dominasi, mulai dari perbatasan Irak di timur Suriah, dan kemudian ke barat melalui perbatasan Turki.
Turki memperingatkan AS mengenai tujuan organisasi tersebut, namun pemerintah AS mengatakan bahwa perkembangan ini hanya terkait dengan perang melawan Daesh.