Muhammad Abdullah Azzam
10 Januari 2018•Update: 10 Januari 2018
Elahe Salari, Mustafa Melih Ahıshalı
ISTANBUL
Wakil pertama Presiden Iran Eshak Jahangiri mengungkapkan bahwa pada saat ini rakyat Iran mengalami masalah ekonomi, politik dan budaya, dan pemerintah belum bisa memenuhi harapan-harapan rakyatnya.
"Harapan rakyat belum bisa terpenuhi," ujar Jahangiri.
Dalam acara peringatan kematian tahun pertama mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani di Teheran, Jahangiri memberikan beberapa pernyataan terkait aksi protes yang dimulai pada 28 Desember lalu dan berlangsung selama seminggu silam.
Jahangiri mengatakan, “Rakyat kami memiliki berbagai masalah ekonomi, politik, dan budaya. Segala perdebatan, kekhawatiran dan kritikan adalah untuk masa depan itu sendiri.”
"Harapan rakyat belum bisa terpenuhi, walau begitu kita tetap harus membuka jalan-jalan komunikasi agar kritikan-kritikan tidak berubah menjadi kekerasan dan kebencian. Jika tidak, hal ini akan merusak persatuan negara. Dialog adalah jalan untuk memecahkan masalah,” ujar dia.
Jahangiri mengungkapkan bahwa Rafsanjani adalah seorang politisi yang mengerti segala permasalahan yang dihadapi rakyat pada saat itu.
Jahangiri menambahkan, hubungan baik antara Iran dengan negara-negara Arab berlangsung pada periode kepresidenan Rafsanjani.
Aksi protes yang berlangsung sejak 28 Desember 2017 memprotes peningkatan inflasi, pengangguran, dan menyebar di seluruh penjuru negeri, dalam waktu singkat berubah menjadi sebuah gerakan anti-rezim.
Aksi protes anti pemerintah itu menyebar di sejumlah kota lainnya yakni Tehran, Kermanshah, Sanandaj, Zanjan, Ahvaz dan Provinsi Arak.
23 orang tewas dalam aksi demonstrasi dan lebih dari seribu demonstran ditahan oleh pasukan keamanan.
Rafsanjani pernah menjadi ketua badan arbitrase politik Iran, Dewan Kebijaksanaan sejak 1990. Lalu Rafsanjani juga menjabat sebagai presiden Iran dua kali antara tahun 1989 dan 1997. Ia menutup usianya pada 8 Januari 2017.