Servet Günerigök
04 Februari 2022•Update: 07 Februari 2022
Kerja sama pertahanan antara Turki dan Ukraina akan berkontribusi pada stabilitas regional, kata Departemen Luar Negeri AS pada Kamis.
"Kerja sama pertahanan antara sekutu NATO seperti Turki dan Ukraina ... Kami pikir itu meningkatkan stabilitas regional dan kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam konferensi pers.
Pernyataan Price datang usai pPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi ibukota Kyiv untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
“Kami sendiri telah memberikan tingkat bantuan keamanan defensif yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Ukraina. Kami telah mengizinkan sekutu NATO untuk menyediakan peralatan asal AS kepada mitra Ukraina kami, dan kami secara luas mendorong mitra dan sekutu untuk memberikan bantuan keamanan ke Ukraina untuk melawan agresi Rusia lebih lanjut dan untuk mencegah potensi invasi Rusia," kata Price.
Angkatan Bersenjata Ukraina membeli drone (UAV) Bayraktar TB2 dan stasiun kontrol darat dari Turki pada 2019.
Zelensky mengatakan perjanjian pertahanan yang baru ditandatangani Kamis akan memperluas produksi drone oleh perusahaan pertahanan Turki Baykar di Ukraina.
Bayraktar TB2 telah dijual ke negara-negara termasuk Ukraina, Qatar, Azerbaijan dan Polandia.
Mei lalu, Polandia menjadi negara anggota Uni Eropa dan NATO pertama yang membeli drone dari Turki.
Ukraina dan Rusia telah terlibat dalam konflik sejak permusuhan di wilayah Donbas timur pecah pada tahun 2014 setelah Rusia secara ilegal mencaplok Semenanjung Krimea.
Rusia juga baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer lain terhadap bekas republik Soviet.
Moskow membantah sedang bersiap untuk menyerang, dengan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan.
Moskow membantah bahwa pihaknya sedang bersiap untuk menyerang, dengan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan.