Hakan Copur
05 April 2018•Update: 06 April 2018
Hakan Copur
WASHINGTON
Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders pada Rabu kembali mengecam serangan kimia yang diluncurkan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad ke daerah Khan Shaykhun pada 4 April 2017.
Melalui sebuah pernyataan tertulis yang dirilis tepat satu tahun setelah serangan kimia itu terjadi, Sanders menyatakan bahwa korban tewas dalam serangan tersebut berhak mendapatkan keadilan.
“Wanita, anak-anak dan pria yang tewas di tangan rezim Assad Pada tanggal 4 April 2017 berhak mendapatkan keadilan. Kami tidak akan berhenti sampai rezim dimintai pertanggungjawaban,” tulis pernyataan tersebut.
“Kami mengharapkan semua pihak yang terlibat untuk memenuhi janji mereka pada tahun 2013 dan memastikan rezim Assad menghentikan penggunaan senjata kimia yang tidak berperikemanusiaan terhadap rakyat Suriah,” tambah pernyataan tersebut mengarah pada Rusia dan Iran, tanpa menyebutkan nama kedua negara tersebut.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan juga mengecam serangan tersebut dan menyerukan kerja sama agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
Selain itu, menteri luar negeri AS, Inggris, Prancis dan Jerman juga merilis sebuah pernyataan bersama yang mengutuk serangan tersebut.
Setidaknya 100 orang, termasuk anak-anak dan wanita tewas dan 500 orang lainnya luka-luka akibat serangan kimia yang diluncurkan oleh rezim Assad di daerah Khan Shaykhun di kota İdlib di Suriah Pada 4 April 2017.
Tiga hari kemudian, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Shayrat yang dianggap sebagai tempat pemuatan gas sarin yang digunakan dalam serangan tersebut.