Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat memperingatkan Dewan Keamanan PBB tentang peningkatan serangan senjata kimia yang semakin mengkhawatirkan, satu tahun setelah agen saraf mematikan dikirimkan pada warga sipil di barat laut Suriah.
Menuding PBB, utusan PBB AS Nikki Haley mengatakan lembaga dunia itu tidak mampu untuk menguasai rezim Bashar al-Assad setelah serangan kimia berturut-turut, yang akhirnya mendorong negara-negara lain untuk melakukan tindakan terlarang dengan cara mereka sendiri-sendiri.
"Kurangnya tindakan dari kita akhirnya memiliki konsekuensi. Ketika kita membiarkan satu rezim lepas kendali, yang lain memperhatikan," katanya. "Penggunaan agen saraf di Salisbury dan Kuala Lumpur membuktikan adanya hal ini dan mengungkap tren berbahaya. Kita dengan cepat malah berjalan mundur, dan kembali ke dunia yang kita pikir sudah kita tinggalkan.
Cetusan Haley tersebut mengacu pada serangan agen saraf terhadap mata-mata mantan Rusia dan putrinya di Inggris yang dituding dilakukan oleh Rusia, serta serangan fatal terhadap saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang diduga dilakukan oleh Pyongyang.
Serangan senjata kimia terjadi selama beberapa tahun setelah serangan kimia mematikan terjadi di kota sebelah barat laut Suriah, Khanikikun. Kejadian itu yang menewaskan puluhan orang kala itu dituding dilakukan oleh Rezim Assad.
Pertemuan Dewan Keamanan membahas penggunaan senjata kimia di Suriah tersebut digelar pada Rabu, bersamaan dengan hari peringatan serangan yang memicu kemarahan internasional itu.
Rezim Suriah telah melakukan 11 serangan kimia sejak Khan Sheikhoun, menurut Jaringan Hak Asasi Manusia untuk Suriah.
Pada pertemuan itu, Rusia tetap berkukuh bahwa rezim Suriah belum melakukan serangan senjata kimia, yang di saat bersamaan, utusan Rusia untuk PBB mengatakan Moskow mendukung seruan Sekretaris Jenderal untuk bersatu melawan ancaman senjata kimia.
Vassily Nebenzia menyerukan pertemuan Dewan Keamanan terbuka pada Kamis untuk membahas serangan saraf Inggris.
Karen Pierce, utusan Inggris untuk PBB, mengatakan kepada wartawan bahwa London mendesak semua negara untuk menanggapi dengan serius penggunaan senjata kimia rezim Suriah. Terlebih Moskow.
"Salah satu alasan P5 ada adalah untuk menjadi penjaga non-proliferasi. Jadi kami akan menyerukan kepada Rusia untuk mencoba dan membantu kami menemukan cara menghentikan penggunaannya," katanya, mengacu pada lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB.
"Kami sedang mengeksplorasi semua cara untuk mendapatkan akuntabilitas itu. Anda akan tahu bahwa Rusia-lah yang memblokir Mekanisme Investigasi Gabungan, jadi ini telah merampas kami dari satu sistem internasional yang jelas, tetapi kami akan berbicara dengan semua rekan kami di Dewan Keamanan dan di [Sidang Umum] tentang cara terbaik untuk membawa [masalah] ini ke depan," imbuh dia.
news_share_descriptionsubscription_contact
