Maria Elisa Hospita
20 Juli 2018•Update: 21 Juli 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Koordinator untuk Kontraterorisme Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Kamis mengatakan telah memperingatkan negara-negara sekutu AS untuk berfokus pada kelompok teror PKK, Daesh, dan al-Qaeda.
"Dalam setiap kesempatan, saya mencoba menekankan hal ini kepada sekutu. Mereka seharusnya tidak hanya terfokus pada ISIS [Daesh] dan al-Qaeda saja, namun juga kelompok teror yang disokong Iran, Hezbullah, dan juga PKK," ujar Nathan A. Sales selama rapat panel think tank German Marshall Fund, di Washington.
Dia mengatakan bahwa sikap Washington terhadap PKK "sangat jelas". AS telah mendaftarkan PKK sebagai organisasi teroris sejak tahun 1997.
"PKK sebenarnya adalah salah satu organisasi pertama yang kami masukkan dalam daftar teroris, bersama dengan Hizbullah dan Hamas," tambah Sales.
Dalam kesempatan yang sama, Sales menegaskan bahwa AS mengupayakan yang terbaik untuk menghambat upaya penggalangan dana PKK di negara itu.
"Kami tengah bekerja sama dengan negara-negara lain untuk menghambat aliran dana PKK," tegas Sales.
Dalam kampanye teror melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK telah menyebabkan tewasnya 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, melanjutkan kampanye bersenjata ke Turki pada Juli 2015.
Sejak saat itu, PKK telah bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 1.200 personel keamanan Turki dan penduduk sipil.