Maria Elisa Hospita
18 Juni 2019•Update: 19 Juni 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat sedang memantau situasi pasca Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, meninggal dunia pada Senin.
"Kami mengetahui kabar meninggalnya mantan presiden Mesir Mohamed Morsi dan sedang memantau situasi," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada Anadolu Agency.
Pada 2012, Morsi, yang merupakan seorang anggota terkemuka kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir, memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama Mesir.
Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, dia digulingkan dan dijebloskan ke penjara dalam kudeta militer yang dipimpin oleh menteri pertahanan Mesir saat itu - dan presiden saat ini - Abdel Fattah al-Sisi.
Sesaat sebelum meninggal dunia, Morsi menghadapi sejumlah tuntutan hukum, yang menurut dia dan sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, bermotif politik.
Tak lama setelah kudeta itu, Ikhwanul Muslimin secara resmi ditetapkan sebagai "organisasi teroris" di Mesir.