Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Salah satu persyaratan yang diminta Saudi agar blokade mereka atas Qatar dicabut adalah agar Qatar menarik dukungan terhadap Ikhwanul Muslimini. Namun, Qatar tidak bergeming atas permintaan tersebut.
Menurut Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Nostalgiawan Wahyudhi, Qatar setidaknya memiliki dua alasan kuat untuk tetap memberikan dukungan kepada organisasi yang kini terlarang di Mesir tersebut.
“Qatar memiliki imunitas internal yang menjadikannya unik dibandingkan dengan negara teluk lainnya. Populasi Qatari yang kecil dengan kemakmuran yang tinggi akan sangat sulit digerakkan oleh infiltrasi ideologis,” ujar dia di Jakarta, Sabtu lalu.
Nostalgiawan menjelaskan, peraturan kewarganegaraan di Qatar sangat ketat sehingga sulit bagi warga negara asing manapun untuk menjadi warga negara Qatar meskipun sudah hidup puluhan tahun di Qatar. Status mereka tetap sebagai warga negara asing.
Bila dibandingkan dengan Saudi Arabia, UAE, dan Kuwait yang memiliki jumlah warga negara yang jauh lebih besar akan memiliki kompleksitas permasalahan sosial-politik yang lebih beragam, terutama Saudi dan Oman yang memiliki tingkat pengangguran yang tinggi.
“Hal ini terbukti dari lebih banyaknya demonstrasi dan revolusi yang terjadi di negara-negara tersebut, kecuali Bahrain, bila dibandingkan Qatar terutama pada masa Arab Spring menggeliat.”
Alasan kedua adalah dengan stabilitas internal yang lebih mapan, Qatar lebih percaya diri untuk ‘membeli’ pengaruh dan jaringan IM di kawasan sebagai bagian ambisi politik luar negerinya.
“Memberikan dukungan investasi yang cukup berani pada masa pemerintahan IM yang masih baru dan labil di Mesir pada masa pemerintahan Mohammed Morsi, tidak lebih merupakan upaya Qatar memanfaatkan jaringan IM untuk menguasai aset geopolitik penting di kawasan dengan menguasai proyek terusan Suez yang dikembangkan Mesir.”
Berbeda dengan apa yang terjadi di Saudi Arabia dan negara Arab lainnya, menurut Nostalgiawan kehadiran IM di Qatar tidak menimbulkan hubungan disharmoni baik secara sosial, politik, dan keagamaan.
“Dalam hal ini Qatar cukup cerdik memberdayakan IM untuk dimandulkan secara domestik, namun mampu mengelaborasi potensi IM menjadi salah satu saluran Qatar dalam berhubungan dengan dunia luar.”
news_share_descriptionsubscription_contact

