Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 April 2019•Update: 29 April 2019
Busra Nur Bilgic
ANKARA
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Sri Lanka pada Kamis memperingatkan warga negaranya untuk menghindari tempat-tempat ibadah akibat kemungkinan ancaman teror susulan setelah serangan pada Minggu Paskah.
Dalam sebuah pernyataan, kedutaan menyarankan warganya untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan besar.
“Pihak berwenang Sri Lanka melaporkan bahwa serangan susulan yang menargetkan tempat ibadah bisa terjadi. Warga AS didorong untuk menghindari area ini selama akhir pekan, mulai besok, 26 April hingga Minggu, 28 April," kata kedutaan.
Pada Minggu Paskah, setidaknya 359 orang tewas ketika delapan lokasi terpisah di Sri Lanka diguncang oleh ledakan bom.
Serangan teroris menargetkan gereja-gereja Kristen di kota Kochchikade, Negombo dan Batticaloa, bersama dengan tiga hotel mewah atas di ibu kota Kolombo.