Maria Elisa Hospita
26 April 2019•Update: 26 April 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia mengatakan bahwa oposisi Venezuela sedang mempersiapkan aksi protes besar-besaran baru pada 1 Mei yang berpotensi memicu upaya kudeta.
"Oposisi radikal sedang mempersiapkan aksi besar-besaran baru untuk memprovokasi bentrokan antara pemrotes dari berbagai kamp," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova saat konferensi pers di Moskow, Kamis.
"Kami menyerukan semua politikus Venezuela untuk mematuhi metode perjuangan politik yang damai, terutama saat Hari Peringatan Pekerja Internasional, dan tidak bereaksi terhadap provokasi," tambah dia.
Zakharova juga mengatakan bahwa Moskow menyesali pembatalan pertemuan inter-Afghanistan kedua di Doha.
"Kami menyesali keputusan penyelenggara, padahal pertemuan ini telah membuktikan dirinya sebagai saluran komunikasi paling menjanjikan antara berbagai kekuatan politik Afghanistan, termasuk pemerintah saat ini dan oposisi bersenjata, alias gerakan Taliban," kata dia lagi.
Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akan membahas penyelesaian konflik Afghanistan selama kunjungan dua hari ke Uzbekistan mulai 2 Mei.
Utusan presiden Rusia, China, dan Amerika Serikat (AS) yang mengadakan pertemuan tertutup pada Kamis di Moskow juga membahas situasi di negara itu.
Afghanistan telah diguncang konflik selama 17 tahun terakhir, sejak pasukan AS memasuki negara Asia Selatan itu untuk memerangi Taliban.
Lebih dari 200 politikus dan perwakilan warga sipil Afghanistan akan bertemu dengan Taliban di ibu kota Qatar, Doha, selama akhir pekan.