Erric Permana
14 April 2018•Update: 14 April 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Pasukan gabungan Pemerintah Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis melancarkan serangan pada Jumat malam ke wilayah yang diduga merupakan penyimpanan senjata kimia milik Rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad.
Diluncurkannya penyerangan pasukan gabungan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS melalui siaran televisi.
“Hari ini, Inggris, Prancis dan AS mengerahkan kekuatannya untuk melawan barbarisme dan kebrutalan,” ujar Trump
Trump mengatakan AS akan terus melakukan penyerangan hingga rezim pemerintahan Suriah berhenti menggunakan senjata kimia.
Sebelumnya, AS meyakini rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad merupakan pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan dengan menggunakan senjata kimia pada pekan lalu.
Organisasi HAM The White Helmet menduga rezim Assad menggunakan senjata kimia tersebut hingga menewaskan 78 warga sipil tewas dan melukai ratusan orang lainnya.
“Serangan jahat dan tercela itu menyebabkan para ibu, ayah, bayi dan anak-anak kesakitan dan kehabisan udara. Ini bukan tindakan yang pantas dilakukan manusia melainkan ini adalah kejahatan yang dilakukan oleh monster,” kata Trump.
Trump pun dalam pidatonya menyindir negara-negara yang menjadi koalisi Suriah seperti Iran dan Rusia.
“Negara seperti apa yang ingin berhubungan dengan negara pembunuh wanita dan anak-anak ?”
“Dunia akan menilai dari hubungan pertemanan mereka yang hingga saat ini dilakukan,”
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah mengirimkan tim pencari fakta ke Suriah untuk menyelidiki kebenaran adanya penggunaan senjata kimia di sana. Diharapkan tim tersebut pada Sabtu bisa langsung bekerja.
Keputusan Trump melancarkan aksi militernya tersebut menyusul adanya ketegangan setelah penyerangan di Douma.
Beberapa pekan sebelumnya, Trump mengingatkan Rusia bahwa misil “akan datang, dan lebih baru serta pintar” menanggapi penyerangan di Douma itu.