Sorwar Alam
05 April 2018•Update: 05 April 2018
Sorwar Alam
ANKARA
Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag pada Rabu mengimbau Israel agar segera menghentikan "penggunaan kekerasan yang berlebihan terhadap warga sipil tak bersenjata" di Jalur Gaza.
Melalui sejumlah cuitan, Bozdag mengatakan Israel melakukan "pembantaian warga sipil".
"Pemerintah Israel harus segera mengakhiri penggunaan kekerasan yang berlebihan, serangan dan pembantaian terhadap warga sipil dan tak berdosa."
Dia mengkiritk negara-negara lain dan organisasi internasional yang diam menyaksikan kebrutalan itu serta pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Israel.
"Kami sudah melihat bagaimana negara-negara lain dan organisasi internasional diam saja ketika Israel melakukan pembataian, pelanggaran HAM, membunuh warga sipil dan tak berdosa," cuitnya.
"Tabir mereka sudah terbuka," lanjutnya.
Dia juga mengkritik organisasi-organisasi yang tidak mendukung perang Turki melawan terorisme di utara Suriah.
"Saya mengimbau mereka yang secara tidak adil mengkritik Turki walaupun tidak ada satu pun warga sipil yang terluka dalam Operasi Ranting Zaitun, agar segera mengambil sikap terhadap Israel," tambah Bozdag.
Setidaknya 17 warga Gaza tewas dan ratusan lainnya terluka pada Sabtu pekan lalu ketika pasukan Israel menembaki demonstran saat menggelar Hari Tanah atau Land Day.
Land Day adalah peringatan tahunan Palestina untuk mengenang tewasnya enam warga Arab Israel yang dibunuh pasukan Israel pada 1976 ketika mendemo penyitaan tanah di Israel Utara.
Aksi protes pada Jumat pekan lalu merupakan awal dari aksi protes enam minggu yang puncaknya pada 15 Mei, hari yang disebut warga Palestina sebagai "Nakba" atau "Bencana", yakni hari ketika negara Israel berdiri.
Demonstran menuntut agar pengungsi Palestina mendapat hak kembali ke kota dan desa asalnya ketika mereka terusir pada 1948 silam akibat didirikannya Israel.