Astudestra Ajengrastrı
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Tuduhan ketiga pelecehan seksual dari seorang wanita muncul terhadap nominasi Jaksa Agung AS Brett Kavanaugh pada Rabu, menyebut bahwa dirinya melihat Kavanaugh membubuhkan sesuatu ke dalam minuman untuk melecehkan secara seksual gadis-gadis di pesta.
Julie Swetnick menandatangani pernyataan yang mengatakan dirinya menyaksikan Kavanaugh dan temannya, Mark Judge, mencekoki para gadis lalu melihat remaja laki-laki mengantri untuk "bergiliran" melecehkan gadis yang mabuk itu.
Swetnick juga berkata bahwa pada 1982 dia menjadi korban salah satu "pemerkosaan geng" ini. Meski, dia tak secara eksplisit menyebut Kavanaugh atau Judge memerkosanya, dia berkata keduanya hadir saat insiden terhadapnya terjadi.
Dia juga berkata Kavanaugh adalah peminum berat dalam pesta-pesta itu, dan kerap terlibat perilaku kasar dan agresif terhadap wanita.
Kavanaugh menyangkal tuduhan-tuduhan ini, berkata semuanya bohong.
"Ini konyol dan dari Twilight Zone. Saya tidak tahu siapa dia dan ini tidak pernah terjadi," ujar Kavanaugh melalui pernyataan di Gedung Putih, Rabu.
Dua wanita lain telah melayangkan tuduhan kepada Kavanaugh pekan lalu.
Christine Blasey Ford menceritakan detail dari peristiwa yang terjadi tiga dekade lalu, saat dirinya masih duduk di sekolah menengah atas, ketika Kavanaugh memaksanya masuk ke sebuah ruangan saat sebuah pesta berlangsung, lalu mulai merabai dan mencoba melepas pakaiannya.
Kavanaugh, ujar Ford, menyekap mulutnya setelah Ford berteriak minta tolong, yang membuat Ford mengkhawatirkan nyawanya terancam.
"Saya merasa dia bisa tak sengaja membunuh saya," ujar dia dalam wawancara dengan Washington Post. "Dia mencoba menyerang saya dan membuka baju saya."
Wanita lain, Deborah Ramirez, berkata Kavanaugh memaksa berhubungan seksual dengannya di tahun pertama mereka kuliah di Yale University.
Partai Demokrat mengambil kesempatan ini untuk menuntut Presiden AS Donald Trump menarik nominasi Kavanaugh, atau membuka kembali penyelidikan atas tuduhan-tuduhan ini.
Trump tetap bersikukuh mendukung nominasi Jaksa Agung pilihannya itu, meski adanya tuduhan pelecehan, dan berkata dia tak sabar untuk melengkapi proses nominasi.
"Saya bersama Hakim Kavanaugh dan saya tak sabar untuk memberikan suara," ujar Trump kepada wartawan di Markas PBB di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Komite Peradilan Senat dijadwalkan pengambilan suara nominasi Kavanaugh pada Jumat.