Saadet Gökce
16 April 2026•Update: 16 April 2026
Australia dan Malaysia sepakat memperkuat ketahanan rantai pasok energi serta memperdalam kerja sama regional di tengah kekhawatiran atas dampak konflik global terhadap pasokan energi.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis, bertepatan dengan pertemuan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa kedua negara mengakui adanya saling melengkapi dalam hubungan perdagangan dan ekonomi, termasuk peran masing-masing dalam menjaga keamanan energi satu sama lain.
Australia dan Malaysia sama-sama berperan sebagai pemasok energi bagi masing-masing pihak, yang menjadi dasar hubungan keamanan energi yang dinilai saling penting.
Kedua negara juga menyatakan keprihatinan mendalam terhadap konflik di Timur Tengah, termasuk eskalasinya dan dampaknya terhadap kawasan, khususnya pada rantai pasok energi, harga, serta distribusi energi penting seperti minyak dan gas alam.
Selain itu, Australia dan Malaysia menegaskan komitmen untuk mendukung perdagangan energi yang terbuka dan berbasis aturan.
Keduanya berjanji untuk mendorong arus perdagangan yang terbuka dan stabil, termasuk untuk pasokan energi penting, serta akan saling bertukar pandangan terkait isu perdagangan energi tanpa kejutan.
Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama praktis di bidang keamanan energi guna mencapai tujuan bersama.
Selain itu, Malaysia dan Australia sepakat meningkatkan ketahanan rantai pasok energi melalui kerja sama regional yang lebih erat, dukungan terhadap transisi energi, serta promosi penggunaan energi terbarukan.