Ruslan Rehimov
26 Juni 2021•Update: 27 Juni 2021
BAKU, Azerbaijan
Azerbaijan ingin beralih ke proses pembangunan dan kerja sama damai pasca-konflik di Kaukasus Selatan, sementara Armenia mencemooh pernyataan Baku untuk memulai pembicaraan kesepakatan damai, kata presiden negara itu pada Jumat.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menerima kunjungan menteri luar negeri Rumania, Austria dan Lithuania, bersama delegasi dari Uni Eropa yang diutus oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, menurut sebuah pernyataan dari Kepresidenan Azerbaijan.
Para diplomat tinggi dari tiga negara anggota Uni Eropa mengunjungi Azerbaijan untuk mengadakan pembicaraan tentang situasi terkini di kawasan itu setelah Azerbaijan membebaskan wilayah Karabakh Atas tahun lalu dari pendudukan Armenia selama beberapa dekade.
"Kami mengharapkan tanggapan positif dari lawan bicara kami setelah pemilihan minggu lalu di Armenia," kata Aliyev.
“Kami membutuhkan perdamaian, pembangunan berkelanjutan dan visi ke depan, bukan perang di wilayah kami,” sebut dia.
Mendesak kerja sama aktif dengan Uni Eropa mengenai masalah ini, Aliyev mengatakan Azerbaijan menyambut baik keterlibatan blok itu dalam urusan regional.
"Kami menghargai setiap inisiatif yang melayani tujuan perdamaian, rekonsiliasi, pembangunan dan kerja sama di Kaukasus Selatan," kata dia.
Bogdan Aurescu dari Rumania mengatakan negaranya ingin meningkatkan upaya untuk berkontribusi pada pembangunan kawasan pada periode pasca-konflik.
Sementara itu, Alexander Schallenberg dari Austria menekankan pentingnya transisi menuju perdamaian dan menemukan solusi damai permanen untuk konflik di wilayah tersebut.
Para menteri luar negeri juga akan mengadakan pembicaraan di Armenia dan Georgia setelah meninggalkan Azerbaijan.