Yusuf Hatip
09 Juni 2018•Update: 10 Juni 2018
Yusuf Hatip
BRUSSELS
Komisi Eropa menyerukan kelanjutan kesepakatan bilateral antara Turki dan Yunani.
“Keputusan komisi adalah bahwa hal itu harus terus dilaksanakan untuk memenuhi semua tolok ukur yang tersisa di bawah peta jalan liberalisasi visa dengan Turki,” juru bicara Komisi Natasha Bertaud mengatakan pada konferensi pers Jumat.
Pernyataannya tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengumumkan pada hari Kamis bahwa Ankara menangguhkan perjanjian bilateral dengan Yunani tentang masuknya kembali migran.
Penangguhan itu dibuat setelah otoritas Yunani menolak untuk mengekstradisi mantan tentara Turki yang ambil bagian dalam kudeta yang kalah tahun 2016.
Meski begitu, Bertaud menjelaskan keputusan menyangkut kesepakatan bilateral antara Yunani dan Turki, bukan pernyataan Uni Eropa-Turki.
“Kami berhubungan dengan otoritas Yunani dan Turki untuk bertanya lebih lanjut. Ini menyangkut kesepakatan bilateral antara Yunani dan Turki, ”katanya.
Cavusoglu juga mengatakani, "ada kesepakatan migran dengan Uni Eropa, ini berlaku. Dan ada kesepakatan penerimaan kembali bilateral dengan Yunani, kami sekarang telah menangguhkan kesepakatan itu.
Perjanjian politik yang dibuat kembali antara Yunani dan Turki ditandatangani pada tahun 2002 untuk memerangi migrasi ilegal.
Pada akhir Mei, Dewan Negara Yunani memberikan suaka kepada mantan serdadu Turki Suleyman Ozkaynakci, yang dituduh Ankara terlibat dalam penawaran kudeta 2016.
Pada bulan Januari, Mahkamah Agung Yunani memutuskan untuk tidak mengekstradisi mantan tentara - yang dinilai Turki sebagai sebuah langkah "bermotif politik".
Turki telah berulang kali menyerukan ekstradisi terhadap orang-orang yang diduga melakukan kudeta, termasuk selama kunjungan resmi Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Yunani pada Desember lalu.