Iqbal Musyaffa
11 Februari 2020•Update: 11 Februari 2020
JAKARTA
Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service mempertahankan peringkat utang pemerintah Indonesia di level Baa2 dengan outlook stabil atau di level investment grade pada Senin. Peringkat ini telah disematkan Moodys sejak 13 April 2018.
Peringkat tersebut disematkan Moody's untuk surat utang jangka panjang dalam denominasi rupiah maupun mata uang asing.
Bersamaan dengan itu, Moody's juga mempertahankan peringkat MTN senior tanpa jaminan sebesar Baa2.
Sebelumnya Moody's memberikan peringkat Baa3 dengan outlook positif atau sama dengan status Investment Grade.
Bank Indonesia mengatakan peringkat utang pemerintah Indonesia tersebut merupakan konfirmasi dari optimisme investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan peringkat dari Moody’s tersebut juga menunjukkan perekonomian Indonesia tetap positif di tengah tantangan global maupun domestik.
“Prospek perekonomian yang tetap positif tersebut merupakan hasil dari sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam keterangan resmi, Selasa.
Ke depannya Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, dalam siaran persnya Moody’s mengatakan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang kuat dan stabil serta rendahnya beban utang pemerintah dan adanya disiplin fiskal serta penekanan pada stabilitas makroekonomi.
Moody’s juga menyebutkan sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi antara lain penerimaan pemerintah yang rendah, ketergantungan pemerintah terhadap pendanaan eksternal, serta kerentanan struktur ekonomi terhadap siklus komoditas.
“Moody’s berpandangan bahwa dengan PDB yang mencapai lebih dari USD1 triliun serta populasi penduduk mencapai lebih dari 260 juta jiwa, dengan kecepatan pertumbuhan populasi yang cukup pesat, ekonomi Indonesia memiliki daya tahan meredam tekanan,” ujar Perry.
Perry mengatakan Moody’s menilai meskipun Indonesia berada dalam fase pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, kinerja ekonomi Indonesia mampu terus melampaui sebagian besar negara pada peringkat Baa.
“Moody’s menilai reformasi yang terus berlanjut mampu mengatasi secara gradual sejumlah tantangan seperti hambatan yang bersumber dari struktur ekonomi dan peraturan, sistem hukum dan peraturan yang perlu diperjelas, serta pasar keuangan domestik yang belum dalam,” lanjut Perry.
Disiplin fiskal dicerminkan oleh komitmen yang kuat dari pemerintah untuk menjaga defisit fiskal di bawah batas yang ditentukan. Moody’s memperkirakan utang pemerintah tetap stabil di kisaran 30 persen PDB dalam jangka pendek maupun menengah.
Pada sisi eksternal, Moody’s memprakirakan transaksi berjalan Indonesia tetap berada pada tingkat yang moderat dibandingkan negara peer peringkat Baa. Lebih lanjut, bantalan eksternal juga dinilai memadai untuk menjaga ketahanan ekonomi dari berbagai tekanan, yang dicerminkan oleh kecukupan cadangan devisa yang kuat.
* Berita ini telah mengalami pada pukul 15.00 WIB. Revisi dilakukan pada status peringkat utang.