Muhammad Nazarudin Latief
27 Maret 2018•Update: 27 Maret 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Uni Eropa (UE) akan mengubah fokus bantuan ke Indonesia, tidak lagi dukungan proyek signifikan yang besar dan bantuan pembangunan, namun menjadi hanya program bantuan.
Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Guerrend mengatakan saat ini fokus kerja sama UE -Indonesia ada pada tiga area, yaitu perbaikan pendidikan dasar, melawan perubahan iklim dan melindungi keragaman alam, serta mewujudkan pemerintahan yang baik.
“Ekonomi Indonesia semakin membaik. Kami sepakat dengan Pemerintah Indonesia untuk lebih kepada program bantuan," ujarnya saat memberikan keterangan tentang program “Faces2hearts” di Jakarta, Selasa.
Program kerja sama ekonomi yang berfokus pada perdagangan dan reformasi ekonomi sudah selesai pada akhir 2017. Salah satu kegiatannya adalah memfasilitasi pengusaha Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan UE.
“Tahun lalu fokusnya kerja sama perdagangan, fokus pada reformasi ekonomi dan perdagangan,” ujar dia.
UE, menurut Dubes Guerrend terus mendukung organisasi masyarakat sipil di Indonesia.
Menurut dia, Indonesia juga bisa terus mengambil manfaat dari proyek UE di ASEAN. Fokus programnya pertama adalah konektivitas, melawan perubahan iklim dan perlindungan keanekaragamanhayati.
Indonesia juga akan mendapat manfaat dari program tematik UE pada level regional dan global yang bertujuan memberi perlindungan lingkungan dan isu global seperti migrasi, melawan ekstremisme dan kontra terorisme.
Sementara, program “Faces2hearts” adalah proyek UE yang memberikan kesempatan kepada empat blogger selama lima bulan mengunjungi proyek-proyek yang didanai UE di Asia, Afrika atau Amerika Latin.
Untuk Indonesia dan Asia Pasifik, UE mengundang Lauren Chan untuk membagikan wajah proyek tersebut dan menyebarkannya lewat blog serta media sosial.
Perempuan Kanada keturunan Jepang dan Tiongkok itu kebagian untuk mengunjungi wilayah Asia. Perjalanan ini dilakukan selama enam bulan di tujuh negara Asia.
Indonesia merupakan negara keempat yang dikunjungi Lauren setelah Laos, Kamboja dan Fiji. Di Indonesia, dia melihat program Uni Eropa di bidang pendidikan, pariwisata, kemanusiaan dan hak asasi manusia. Dia berkunjung ke Jakarta, Flores dan Yogyakarta untuk melihat proyek-proyek tersebut.