Iqbal Musyaffa
20 November 2017•Update: 20 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian meyakinkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman untuk investasi, terutama karena stabilnya kawasan Asia Tenggara.
“Hampir tidak ada konflik antar negara di Asia Tenggara,” ujar Tito di hadapan para investor dan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin.
Meski begitu, Tito mengakui memang masih terdapat beberapa konflik di Asia Tenggara termasuk Indonesia seperti konflik di Marawi, Papua, dan Myanmar.
Namun dia meyakini kondisi itu adalah sebuah dinamika yang masih bisa terkontrol. Sangat berbeda dengan kawasan Timur Tengah dan Semenanjung Korea yang memiliki potensi konflik terbuka.
Meski pun demikian Tito menekankan kalau stabilitas kondisi keamanan di kawasan juga harus diikuti oleh stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri.
“Jangan lagi ribut di dalam karena isu SARA. Kompetitor kita itu bangsa lain, bukan bangsa sendiri,” tambah dia.
Langkah pemerintah melakukan upaya pemerataan ekonomi dianggap Tito memang harus dilakukan. Konflik di Papua yang saat ini kembali mencuat menurut Tito karena faktor ekonomi dan percepatan pembangunan di daerah itu harus dilakukan terus.
Tahun politik akan stabil
Tito juga menekankan masyarakat dan juga investor tidak perlu khawatir dengan tahun politik 2018-2019 karena Indonesia sudah berpengalaman menyelenggaran pemilihan kepala daeran dan negara secara langsung selama lebih dari 10 tahun.
“Demokrasi kita sudah matang,” tegas dia.
Selama TNI dan Polri kompak menjaga stabilitas keamanan, Tito menjamin Indonesia masih akan tetap menjadi tujuan investasi yang aman meskipun tengah menghadapi pilkada di berbagai daerah dan juga pemilihan presiden tahun 2019.
Akan menguat di tahun politik
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada A. Tony Prasetiantono mengatakan pada tahun politik 2018 pertumbuhan ekonomi justru diperkirakan akan menguat.
Stabilitas harga komoditas, stabilitas nilai tukar rupiah, peningkatan investasi, masuknya arus modal asing, serta inflasi yang tetap rendah menurut dia menjadi faktor penunjang pertumbuhan tersebut.
Tony memprediksi pada beberapa tahun ke depan perekonomian Indonesia bisa tumbuh ke level 6-7 persen akibat dari giatnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini.
“Perkembangan nilai IHSG saat ini juga menunjukkan optimism pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia,” ungkap dia.
Sebagai informasi, IHSG pada hari ini dibuka pada level 6.066,75 dan terus menguat menjadi 6.091,46 pada tengah hari ini.