Maria Elisa Hospita
06 Oktober 2018•Update: 07 Oktober 2018
Abdullah Airan
UTRECHT, Belanda
Wali kota Utrecht di Belanda menghentikan unjuk rasa anti-Muslim yang diprakarsai gerakan politik sayap kanan Pegida di depan Masjid Ulu.
Selama demonstrasi, anggota Pegida atau Patriotik Eropa Anti-Islamisasi di Barat, menyampaikan pidato yang mencela agama Islam.
Usai pidato, bentrokan pun terjadi antara anggota Pegida dan warga setempat hingga menyebabkan seorang mahasiswa terluka.
Wali Kota Utrecht Jan van Zanen kemudian meminta unjuk rasa dihentikan karena alasan keamanan.
Yucel Aydemir, ketua Yayasan Masjid Ulu, mengatakan bahwa pernyataan anti-Islam oleh anggota Pegida telah memprovokasi sekelompok Muslim dan memicu bentrokan.
“Saya tinggal di sini selama 38 tahun, dan ini adalah pertama kalinya saya mengalami insiden seperti itu,” tambah Aydemir.