Hayati Nupus
01 September 2019•Update: 02 September 2019
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Beberapa menit setelah pemerintah mengklaim telah membersihkan sebuah kota di utara Afghanistan dari pemberontak, Taliban dilaporkan menyerang balik, menewaskan 10 orang dan melukai lima lainnya, termasuk kepala polisi.
Nusrat Samimi, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, pada Sabtu membenarkan bahwa seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya ketika Kepala Polisi Manzur Stanikzai tengah memberi pengarahan kepada para wartawan di pusat kota Kunduz.
Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Sebelumnya, pihak berwenang mengklaim telah mengusir Taliban keluar dari Kunduz, beberapa jam setelah pemberontak menyerbu kota yang secara strategis penting.
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani menggambarkan serangan itu sebagai "serangan gagal" oleh Taliban dan mempertanyakan komitmen mereka terhadap proses perdamaian dan pembicaraan dengan AS di Qatar.
Feroz Bashari, juru bicara pemerintah, mengatakan dalam serangkaian cuitannya di Twitter bahwa setidaknya 26 pejuang Taliban tewas dalam serangan udara pertama di Zakhail, Kunduz.
Dia menuduh Taliban menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
Kunduz, yang pernah menjadi pusat Taliban di utara, sempat dua kali dikuasai kelompok tersebut pada 2015 dan 2016.
Ini kota terbesar keenam di Afghanistan dan kota terbesar di timur laut wilayah itu, yang menghubungkan provinsi sebelah utara dengan Kabul.
Serangan itu bertepatan dengan dimulainya kembali pembicaraan antara AS dan Taliban pada Sabtu di Doha.
Afghanistan menghadapi gelombang kekerasan menjelang pemilihan presiden 28 September.
Gerilyawan Taliban menentang pemilihan itu.